Perang Pandan, Tradisi Tahunan Orang Bali Aga Menghormati Dewa Indra

July 19, 2017

Jika Anda pernah berlibur di Bali, pasti pernah mendengar tradisi perang pandan. Ya, perang pandan merupakan tradisi di Desa Tenganan, Kabupaten Karangasem. Jika beruntung, Anda dapat menyaksikan secara langsung tradisi tahunan di desa tertua di Bali itu. Eyang Teruna Desa Tenganan.

Perang Pandan merupakan persembahan kepada Dewa Indra. Pada zaman dahulu, Tenganan merupakan daerah yang dipimpin oleh seorang raja bernama Maya Denawa. Raja Maya Denawa memimpin dengan amat kejam.

Bahkan, ia menganggap dirinya adalah dewa. Lantaran itu, ia memerintah rakyat Tenganan untuk menuruti cara sesembahan seperti yang diinginkannya. Otomatis ia melarang rakyat Tenganan menjalankan ritual keagamaan.

Perilaku Maya Denawa yang mengaku sebagai dewa dan bertindak sewenang-wenang membuat murka para Dewata. Lalu diutuslah Dewa Indra, dewa perang, untuk memerangi Maya Denawa.

Ritual perang pandan ada untuk memperingati momen peperangan yang dimenangkan oleh Dewa Indra tersebut. “Tradisi ini merupakan persembahan kepada Dewa Indra, dewa perang berupa darah. Selain itu, ritual ini juga untuk kesuburan tanah Tenganan.” Ritual perang pandan disiapkan sejak lama agar prosesinya berjalan sempurna. Proses persiapan sedikitnya memakan waktu selama sepuluh hari yang diisi oleh berbagai macam ritual keagamaan sebelum ritual perang pandan benar-benar dilaksanakan.


Foto diambil dari akun Instagram @nandapramudya_


Disadur oleh Tim GeoEnsiklopedia dari :
1. http://liputan6.com


Cintai Mahakarya Nusantara
#geonusantara
#geoensiklopedia
#geo0210uber

Perang Perayaan Musim Panen Sumba

Demi Emas di Papua, CIA Gulingkan Soekarno dan Kennedy

Kenapa Semua Fotografer Harus Mempunyai Lensa 50 mm