Tana Toraja terletak di Sulawesi Selatan, kira-kira 7 jam jauhnya perjalanan dari Makassar. Ibu kota dari Tana Toraja adalah Makale, namun justru tempat yang ramai dikunjungi turis adalah Rantepao yang terletak di sebelah utara Toraja. Di Tana Toraja, ada dua upacara adat yang populer, yaitu Rambu Tuka dan Rambu Solo. Rambu Solo adalah upacara pemakaman, sedangkan Rambu Tuka adalah upacara  atas rumah adat yang baru direnovasi. Masyarakat Toraja percaya bahwa tanpa upacara pemakaman Rambu Solo, maka arwah orang yang meninggal akan memberikan kemalangan  kepada orang-orang yang ditinggalkan. Karena itulah, orang-orang yang sudah meninggal pun diperlakukan seperti orang hidup yang sedang sakit. Mereka masih diberi makanan, minuman, rokok, sirih, dan sesajian lainnya.

Upacara Rambu Solo merupakan suatu rangkaian upacara yang rumit dan membutuhkan waktu berbulan-bulan. Biayanya pun tidak sedikit. Sembari menunggu upacara siap, tubuh orang yang meninggal akan dibungkus kain dan disimpan di rumah leluhur atau tongkonan.  Upacara Rambu Solo bisa berlangsung selama berhari-hari dan melibatkan seluruh penduduk desa. Puncak Upacara Rambu Solo biasanya diadakan pada bulan Juli dan Agustus, setelah musim panen selesai.

Saat Upacara Rambu Solo, Anda dapat melihat puluhan ekor kerbau dan babi disembelih. Masyarakat Toraja percaya bahwa arwah kerbau menjadi sarana transportasi bagi arwah yang meninggal untuk menuju puya (dunia arwah, akhirat). Jika yang meninggal adalah dari kalangan bangsawan, maka jumlah kerbau yang dipotong bisa antara 24-100 ekor. Salah satunya adalah kerbau belang yang sangat mahal harganya. Mereka percaya bahwa semakin banyak kerbau yang disembelih, maka akan lebih cepat arwah sampai di puya. Dalam upacara pemotongan kerbau, kerbau disembelih dengan satu ayunan parang dengan diiringi oleh musik dan tarian para pemuda yang menangkap darah kerbau yang muncrat dengan bambu panjang.


Foto diambil dari akun Instagram @transswisata


Disadur oleh Tim GeoEnsiklopedia dari :
1. http://klikhotel.com


Cintai Mahakarya Nusantara
#geonusantara
#geoensiklopedia
#geo0187uber