Gereja Kristen Jawa (GKJ) Karangjoso yang terletak di Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo ini merupakan Gereja Kristen Jawa tertua di Pulau Jawa. Gereja ini dibangun oleh Kyai Sadrach Suropranoto tahun 1871 pada saat Indonesia berada di bawah pemerintahan kolonial Belanda.

Dalam perjalanan riwayat hidupnya, Kyai Sadrach pernah belajar di sebuah pesantren di Jombang lalu hijrah ke Semarang dan bertemu dengan seorang penginjil yang bernama Hoezoo dan mengikuti kelas Katekisasi yang diajar oleh Hoezoo tersebut. Dalam mengikuti kelas Katekisasi tersebut  Kyai Sadrach yang masih bernama Raden Abas bertemu dengan seorang Kyai bernama Ibrahim Tunggul Wulung.

Kyai Sadrach menggunakan cara akulturasi budaya dengan memadukan tradisi kejawen yang dibalut dengan ajaran-ajaran gereja. Apa yang dilakukan oleh Kyai Sadrach sangat mirip dengan apa yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga dalam menyebarkan agama Islam. Oleh karena itu, ketika mengunjung Gereja ini, sajian ornamen Jawa lengkap dengan nuansanya sangat kental terasa.

Gereja berbentuk menyerupai joglo dengan atap bertingkat tiga. Jika dilihat sepintas, bangunan tersebut mirip dengan masjid. Hanya saja Mustaka yang terletak di atap diganti dengan tanda Salib. Salibnya pun berbeda, tidak seperti yang biasa kita lihat di gereja-gereja yang berbentuk tanda †. Salibnya merupakan persilangan antara senjata Cakra (milik Prabu Kresna) dan panah Pasopati (milik Arjuna). Di mana masing-masing senjata itu memiliki makna yang identik dengan tanda Salib.

Di belakang gereja, terdapat sebuah pendopo kecil yang menjadi teras rumah Kyai Sadrach pada masa lalu. Rumah tersebut kini difungsikan sebagai museum bukti sejarah napak tilas Kyai Sadrach di Purworejo. Di sana terdapat ruang tempat Kyai Sadrach berdialog, meja tempat Kyai Sadrach menulis dan menyiapkan khotbah, hingga tempat tidur Kyai. Peninggalan-peninggalan beliau pun tersimpan dengan rapi di ruangan kecil bernuansa Jawa.


Foto diambil dari rooang.com


Disadur oleh Tim GeoEnsiklopedia dari :
1. http://yacob-ivan.blogspot.co.id
2. http://situsbudaya.id


Cintai Mahakarya Nusantara
#geonusantara
#geoensiklopedia
#geojumatagung18uber